Desa Kalimantong
Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat
Lawan Stigma, Tingkatkan Kesadaran: Pemdes Kalimantong Gelar Penyuluhan HIV/AIDS
Rungan Kalimantong – Hari ini ( Red) 05/08/2026 Pemerintah Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar kegiatan Penyuluhan Penyakit HIV/AIDS sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan, penularan, serta penanganan HIV/AIDS. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Kalimantong yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Desa, Hasanuddin Karing, S.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS sekaligus menghapus stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.
"Melalui penyuluhan ini kami berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS. Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan yang baik, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk tidak memberikan stigma ataupun diskriminasi kepada penyandang HIV/AIDS. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang peduli, sehat, dan saling mendukung," ujar Hasanuddin.
Materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Diana Mardilasari, dokter dari Puskesmas Brang Ene. Dalam paparannya, dr. Diana menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala yang muncul akibat menurunnya daya tahan tubuh karena infeksi HIV yang tidak mendapatkan pengobatan.
Ia menerangkan bahwa penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak memenuhi standar keamanan, serta penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Sebaliknya, HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, maupun melalui gigitan nyamuk.
"Saat ini HIV dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Karena itu, deteksi dini sangat penting agar pengobatan dapat segera dimulai sehingga kualitas hidup penderita tetap baik dan risiko penularan dapat ditekan. Masyarakat juga perlu menghilangkan rasa takut untuk memeriksakan diri apabila memiliki faktor risiko," jelas dr. Diana Mardilasari.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai cara pencegahan HIV, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta upaya pendampingan terhadap orang dengan HIV agar tetap mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan.
Diskusi yang berlangsung hangat menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memahami informasi yang benar mengenai HIV/AIDS. Berbagai pertanyaan dijawab secara komprehensif oleh narasumber sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai penyakit tersebut.
Melalui penyuluhan ini, Pemerintah Desa Kalimantong berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perilaku hidup sehat, pencegahan penularan HIV, serta tidak lagi memberikan stigma kepada Orang dengan HIV (ODHIV). Edukasi yang berkelanjutan diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat Desa Kalimantong yang sehat, peduli, dan berwawasan kesehatan. (HK )



Wshd
24 Januari 2025 14:50:46
Semoga Desa Kalimantong menjadi Desa percontohan di Kab. Sumbawa Barat...